Masih teringat jelas kenangan Agung Budi Margono saat masih menjadi aktivis mahasiswa yang cukup vokal menyuarakan kritikan terhadap kebijakan pemerintah. Kini, situasinya sudah berubah 180 derajat ketika dirinya dipercaya sebagai wakil rakyat.
Agung, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang acapkali tersenyum ketika mengenang perjuangannya bersama rekan-rekan mahasiswa turun ke jalan.
Saat itu tahun 1999, dia didaulat sebagai Sekretaris Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Kota Semarang. Agung dan 14 temannya melakukan aksi turun ke jalan saat ada pelantikan anggota dewan di DPRD Provinsi Jateng.
“Keinginan kita sangat banyak, jadi lebih sering mengkritik. Dulu hanya bisa mengkritik, tapi sekarang saya juga harus siap menerima kritikan,” kata Agung saat ditemui di ruangannya baru-baru ini.
Berawal dari organisasi ekstra kampus KAMMI, setelah lulus SI Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), ia langsung mendapat mandat untuk maju menjadi calon anggota dewan periode 2004-2008. Tak disangka-sangka, dia pun akhirnya terpilih dan dipercaya sebagai anggota Komisi C DPRD Kota Semarang. “Saya menjadi anggota dewan termuda. Saat itu usia saya baru 25 tahun,” kenangnya.
Menjadi anggota dewan, lanjut Agung, tak pernah menjadi ambisinya. Sejak melepas almamater, dia ditunjuk dari pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memang mempunyai ikatan erat dengan organisasi yang ia ikuti semasa kuliah.
Kiprah Agung sebagai anggota dewan berlanjut pada periode 2009-2014. Masih menggunakan PKS sebagai kendaraan politiknya, pria kelahiran Jakarta 17 Mei 1979 itu kembali terpilih menjadi anggota dewan dan dia langsung menjadi Ketua Komisi C. “Bagi kita berkesan. Kita berharap mampu membuat keinginan masyarakat tercapai,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Agung bersama koleganya sudah cukup banyak menelurkan peraturan daerah (perda). Di antaranya Perda Ruang Terbuka Hijau (RTH), Perda Pesisir, Drinase, dan Tata Ruang. Kini di periode ketiganya sebagai anggota dewan, dia ingin terus berbuat yang terbaik, khususnya untuk masyarakat yant telah memilihnya. “Berbuat yang terbaik, hidup hanya sekali,” kata bapak empat anak ini tentang motto hidupnya. (CR-08/METROSEMARANG.COM –/semarangupdate)

0 Response to "Agung BM, Pernah Jadi Anggota Dewan Termuda"
Post a Comment