Pukul 03.00 WIB, Endang terbangun. Bukan karena sengaja, namun lantaran mendengar suara tanah yang retak. Anggota keluarganya yang berjumlah empat orang juga sama terjaga.
Ia dan seluruh anggota keluarga kemudian bergegas keluar dari rumah yang beralamatkan di Genuk Baru RT4/7 Kelurahan Tegalsari, Candisari untuk menyelamatkan diri.
Endang menyaksikan rumahnya tertarik ke arah tebing samping rumahnya yang longsor.
"Karena tiangnya ikut longsor, akhirnya atap rumah tertarik," katanya.
Karena tanah tebing ambrol, tiang cakar ayam tertarik ke bawah dan menggantung yang menyebabkan langit rumah ikut tertarik.
Karena tidak ada pondasi penahan, tiang itu pun akhirnya tumbang. Longsoran material menimpa rumah yang berada persis di bawah tebing.
Endang mengaku, tempatnya sudah didatangi Kapolsek, camat, dan BPBD hari ini.
"Sudah datang semua, ada respon, kami juga sudah dibantu sembako, selimut dan terpal," katanya.
Dalam keadaan masih trauma, Endang berharap, Pemkot dapat membantu membangun kembali bangunannya yang longsor.
Menurut dia, kejadian ini murni musibah dan tidak ada faktor kesengajaan. Baik dirinya, maupun rumah yang tertimpa longsoran material rumahnya adalah sama-sama korban. Sehingga, harus sama dibantu.
"Kami berharapnya bangunan dan tebing ini juga dibangun. Karena kalau tidak, kami khawatir akan terulang lagi dan membahayakan rumah yang ada di bawah," katanya. (tribun.jateng/semarangupdate)


0 Response to "Longsor di Candisari Semarang, Longsor di Candisari Semarang, 1 Rumah Hancur "
Post a Comment