Mobil Antawirya, dari Diponegoro untuk Indonesia (inovasi dari kampus UNDIP)

Tim Antawirya Undip  

Kreativitas tanpa batas, setidaknya itulah yang menjadi prinsip Tim Mobil Hemat Antawirya Undip. Antawirya sendiri merupakan nama mobil hemat bahan bakar yang dibuat dan dikembangkan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Diponegoro. Bermula dari proyek sederhana dari Divisi Workshop pada tahun 2013, Antawirya terus membawa harum nama Undip semenjak kemunculan perdana pada Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) pada tahun 2013 di ITS di sirkuit kenjeran Surabaya.

Berawal dari kompetisi tersebut juga yang memicu semangat Tim Antawirya untuk menjadikan proyek mobil hemat bahan bakar. Pada tahun 2014, Tim Antawirya berhasil menciptakan mobil Antawirya generasi kedua dengan memadukan urban bensin (Kuning) dan prototype diesel (Biru) yang akhirnya mengantarkan Antawirya memenangkan kompetisi seperti peringkat 5 dalam kategori Urban Gasoline pada  kompetisi Shell Eco Marathon 2015 di Manila, Filiphina, Best video pada ajang Indonesia Energy Marathon Challenge ( IEMC ) 2014, Peringkat ke-4 pada kategori Prototype Diesel IEMC 2014.

Mobil Antawirya

Pemilihan nama Antawirya sendiri diambil dari nama kecil Pangeran Diponegoro yaitu Raden Mas Ontowiryo. Dan dengan membawa nama Antawirya ini juga telah berhasil maju sebagai perwakilan Indonesia ke dalam kompetisi Shell Eco Marathon 2016 dengan membawa dua jenis mobil yaitu urban gasoline & proto gasoline pada Februari 2016 mendatang.

Muhammad Sri Radityo (Teknik Mesin 2012), selaku Team Manager dari Tim Antawirya menyebutkan bahwa ide awal dari Urban Gasoline ini adalah keinginan bersama dari HMM untuk membuat inovasi pada mobil dan setelah melakukan beberapa kali riset dan regulasi akhirnya terciptalah Mobil Hemat Bahan Bakar, Antawirya. Hingga kini sudah tercipta empat buah tipe mobil dengan prototype listrik, prototype bensin, utban ethanol, dan urban bensin.

Dibalik kesuksesannya, Tim Antawirya sempat mengalami kesulitan dalam masalah dana pada tahun pertama dan kedua dimana semua anggota tim harus berjuang untuk akhirnya dapat menciptakan produk Antawirya ini. Tidak hanya itu, dalam salah satu kompetisi juga mengalami kendala ketika produk mobil Antawirya harus shipping melalui transportasi laut yang mengakibatkan kerusakan pada kendali rem mobil yang membuat Tim Antawirya bekerja lebih untuk dapat mepresentasikannya.

“Kreativitas jangan sampai terhalang dan tertunda hanya karena masalah dana. Kita bisa membuktikan meskipun tahun awal kita kesulitan namun pada tahun tahun berikutnya Antawirya bisa membuktikan kalau bisa,” pungkas Muhammad Sri Radityo (EC) - sumber

0 Response to "Mobil Antawirya, dari Diponegoro untuk Indonesia (inovasi dari kampus UNDIP)"

Post a Comment