Siapkan Perajin Lokal Hadapi MEA, Genjot Event Pameran

 Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menuntut perajin lokal meningkatkan kualitas produknya agar bisa bersaing di pasar Asia Tenggara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang pun tak tinggal diam untuk memacu kreativitas usaha mikro kecil menengah. Salah satunya melalui event pameran.


Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjanah mengatakan, promosi yang berkelanjutan perlu dilakukan baik di tingkat nasional maupun internasional agar produk lokal lebih dikenal dan siap bersaing. “Ini tantangan untuk kita dan bisa menjadi peluang,” kata Nurjanah di Java Mall.

Selama ini, batik dan tenun memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa dijumpai di kawasan Asean. Dengan adanya Festival Batik, Tenun dan Craft 2016 di Java Mall ini diharapkan bisa merangsang kreativitas perajin lokal. “Harapan kami bisa jualan ke negara Asean lainnya,” imbuh dia.

Salah satu perajin tenun Troso khas Jepara Rani Puspita mengatakan, dirinya tak terlalu cemas dengan MEA. Sebab, tenun Troso bikinannya sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri, sehingga tidak begitu terpengaruh dengan naik turunnya permintaan barang kerajinan yang ia produksi.

Diakuinya, sementara dia memang masih menggarap pangsa pasar domestik. Rani pun mematok harga sesuai pasar lokal. “Paling mahal Rp 350 ribu. Kita ada motif beragam, seperti Papua, Kalimantan, NTT, Asmat, maupun Bali, tapi tetap memertahankan khas Troso Jepara,” katanya. (CR-08) /semarangmetro/update

0 Response to "Siapkan Perajin Lokal Hadapi MEA, Genjot Event Pameran"

Post a Comment