Ali Rosidi (58), pengendara sepeda motor Honda Karisma berpelat H 5542 JL, tewas tertimpa Pohon Asam di Jalan Dr Soetomo, atau di kawasan Kalisari, Semarang, Senin (10/10). Ali merupakan warga Jalan Kenconowungu Raya nomor 39, Karangayu, Semarang Barat.
Khoriyah (40) warga RT 8 RW 4 kelurahan Randusari, Semarang Selatan menyaksikan langsung kejadian itu. Khoriyah mengatakan, saat itu pukul 08.00, arus lalu lintas sedang sepi. Sepeda motor yang dikendarai Ali, berhenti di bawah pohon.
"Pas baru berhenti, langsung kedengeran suara kraak lalu bruuk! Laki-laki itu langsung tertimpa pohon," ucapnya.
Khoiriyah berteriak minta tolong dan menghampiri korban. Melihat darah bercucuran, ia meminta bantuan warga lain untuk mengevakuasi korban. Setelah dievakuasi, korban dibawa ke RSUP dr Kariadi menggunakan mobil pikap hitam.
Suasana rumah Ali Rosidi tampak lengang saat Tribun Jateng berkunjung ke sana Senin malam. Tampak dua perempuan menjaga rumah yang beralamat di Jalan Kenconowungu Raya nomor 39, Karangayu, Semarang Barat.
Mereka adalah pegawai salon milik istri Ali, Rosmanila. Seorang di antaranya bernama Uli mengatakan istri dan dua anak almarhum sudah ke Pati. "Setelah zuhur tadi langsung dibawa ke Pati. Kampung halaman bapak," katanya.
Ia bercerita, kabar meninggalnya Ali membuat sang istri syok. Kabar itu datang tidak lama setelah ia masuk kerja sekitar pukul 08.30. Ketika itu, Rosmanila menerima kabar buruk melalui telepon. Tidak ada teriakan histeris dari Rosmanila. Sebaliknya, sang istri lemas dan masuk kamar. Salon kecil milik Rosmanila ditutup.
"Sedih banget lihatnya tadi. Ibu (Rosmanila) nangis terus. Apalagi pas lihat wajah bapak untuk terakhir kali, Ibu sampai dipapah," katanya. Dua putra Ali, Deni (22) dan Doni (17) pun tak kuasa menahan tangis. Hingga keberangkatan ke Pati, tangis keluarga kecil itu terus terdengar.
Uli mengatakan, selama ini Ali menghidupi keluarganya dengan bekerja di Apotek Kurnia Farma di bagian promosi alat kesehatan. Selama hidupnya, Ali dikenal sebagai sosok yang baik dan pendiam. Tidak suka mencampuri urusan orang lain dan ramah pada siapa saja.
"Terakhir ngobrol sama pak Ali itu dua hari yang lalu. Itupun engga sengaja. Kita lagi ngobrol soal rasa lapar. Pak Ali langsung menyuruh saya beli mi ayam yang sedang lewat," kenangnya. Ia mengatakan, kabar itu jelas membuat keluarga Ali syok. Apalagi saat berangkat kerja, biasa saja. Tidak ada firasat apapun dari keluarga.
Tali asih Rp 10 juta
Ali Rosidi mendapatkan tali asih dari Pemkot Semarang sebesar Rp 10 juta. Tali asih diberikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu kepada putra sulung Ali.
Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan tali asih diberikan sebagai tanda belasungkawa dari Pemkot Semarang. “Santunan Rp 10 juta sudah saya berikan kepada keluarga yakni putra sulungnya. Santunan ini merupakan dari Pemkot Semarang,” ujarnya ketika dihubungi Tribun Jateng, Senin (10/10).
Ita mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk segera melakukan pemetaan pohon-pohon yang rawan tumbang.
“Adanya kejadian ini harus dievaluasi. Pohon-pohon di pinggir jalan terlihat sudah banyak yang berusia tua sehingga rentan roboh. Selain itu saya juga minta DKP untuk mengurangi potensi pohon roboh. Pohon-pohon tua yang rawan roboh perlu ditebang dan diremajakan. Sekarang sudah ada metode peremajaan dengan beli pohon besar yang tinggal tanam,” ujarnya. (teribun jateng)

0 Response to "Khoriyah Saksikan Langsung Detik-detik Pohon Tumbang Menimpa Tubuh Ali Rosidi"
Post a Comment