Polwan Menyamar Jadi Pembina Pramuka Bujuk Bocah Yatim Itu Biar Bersekolah Lagi

Setelah mogok sekolah selama dua bulan, akhirnya SFS, siswi SD di Ungaran, Kabupaten Semarang, yang diduga menjadi korban pemukulan oleh gurunya, bersedia masuk sekolah kembali. Rabu (19/10) kemarin, SFS masuk sekolah, ditemani Bripda Mega, anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso mengungkapkan, tidak mudah untuk membujuk SFS agar mau kembali ke sekolah. Polisi perlu menggunakan beberapa pendekatan, agar SFS mau diajak bicara.

Polwan Menyamar Jadi Pembina Pramuka Bujuk Bocah Yatim Itu Biar Bersekolah Lagi


Selain memberi hadiah, kata Thirdy, anggotanya sempat menyamar sebagai pembina Pramuka SD. "Kami mendekati SFS bukan sebagai polisi. Dia pasti akan lari kalau tahu kami polisi. Kami mengenakan seragam Pramuka," ujar Thirdy kepada Tribun Jateng, Rabu kemarin.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi kelas V SDN Langensari 04, Kecamatan Ungaran Barat (bukan Ungaran Timur seperti tertulis di Tribun Jateng edisi 19 Oktober 2016), tidak mau masuk sekolah selama dua bulan belakangan. SFS, bocah yatim piatu tersebut, sehari-hari mengurung diri di rumah, setelah diduga menjadi korban pemukulan oleh gurunya, Agustus silam.

Thirdy menyampaikan, pendampingan terhadap SFS dilakukan secara intensif. "Kembalinya SFS bersekolah tidak berarti tugas unit PPA selesai. Pokoknya sampai tak trauma lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Semarang, Romlah, membenarkan informasi kembalinya SFS ke SD Negeri Langensari 04. "Kami berterima kasih atas kerja sama Polres Semarang dan rekan-rekan media. Kami juga akan memantau perkembangan SFS," ucapnya. (tribun jateng)

0 Response to "Polwan Menyamar Jadi Pembina Pramuka Bujuk Bocah Yatim Itu Biar Bersekolah Lagi"

Post a Comment