Warga Mangkang Wetan Panik Saat Helikopter Penerbad Terbang Rendah

Sejumlah bangunan di wilayah Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, rusak akibat sebuah helikopter jenis M-17 buatan Rusia terbang rendah saat melintas kawasan tersebut, Rabu (19/10) siang. Angin yang dihasilkan baling-baling helikopter tersebut tidak hanya membuat atap rumah warga beterbangan, pintu kaca serta tembok bangunan pun roboh.

Ari (21), salah seorang pemilik bengkel yang terdampak baling-baling tersebut, mengaku sempat panik ketika mengetahui yang bergerak dari arah timur ke barat itu adalah helikopter. "Orang-orang berlarian, genteng berterbangan," kata Ari, seperti dikutip Antara.

Warga Mangkang Wetan Panik Saat Helikopter Penerbad Terbang Rendah


Asep (47), warga RT 03 RW 02 Mangkang Wetan menuturkan, helikopter terbang rendah tepat di atas bengkelnya. Kejadian tersebut terjadi pukul 10.00. "Helikopter sempat tidak bergerak dan seperti hilang keseimbangan, lalu naik lagi ke arah barat," ujarnya.

Ia menuturkan, angin kencang yang timbul dari helikopter terbang itu membuat genteng bertebangan. Bahkan, tembok bengkel Asep ambrol. "Kerugian yang saya alami (akibat helikopter terbang rendah--Red), genteng lepas dan bengkel menjadi amburadul," ujarnya.

Tak berselang lama setelah kejadian itu, sejumlah anggota TNI mendatangi rumah warga yang terdampak kejadian itu. Camat Tugu, Zenuarso menyatakan, pihak Penerbad telah bertemu warga untuk proses mediasi, menyusul insiden helikopter terbang rendah tersebut.

Dalam mediasi itu, kata Zenuarso, Penerbad menyatakan bertanggung jawab atas kerusakan bangunan akibat helikopter milik Skuardron 31 Penerbad terbang rendah di daerah Mangkang Wetan. "Dalam mediasi, Skuadron 31 yang diwakili Mayor Budiono menyatakan siap mengganti kerugian," ujar Zenuarso.

Dia menyampaikan, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Kerugian yang diderita warganya adalah atap berterbangan, pintu kaca rusak, dan tembok roboh. Tercatat, enam bangunan rusak akibat helikopter terbang rendah.

Dia memerinci, keenam bangunan yang mengalami kerusakan itu terdiri atas bengkel mobil Asep, yang 14 asbes penutup atapnya berterbangan, toko mur baut milik Gunawan rusak pada pintu etalase, Koperasi Swamitra rusak pada bagian kanopi dan papan reklame, bengkel las milik Wawan asbes penutup atapnya beterbangan, serta bengkel box milik Amin yang 19 asbes penutup atapnya beterbangan.

"Total kerugian kami perkirakan mencapai Rp 30 juta," tuturnya. Angka kerusakan tersebut masih akan bertambah, mengingat masih ada rumah yang masuk wilayah Kecamatan Ngaliyan yang juga ikut rusak.

Zenuarso menambahkan, sesuai keterangan perwakilan Skuadron 31 dalam mediasi, daerah yang terdampak helikopter terbang rendah memang merupakan area latihan skuadron tersebut. "Masih dalam penyelidikan (Penerbad) kenapa helikopter itu terbang rendah. Helikopter menyebabkan kerusakan terbang di ketinggian 70 meter," ujarnya.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Kolonel Dwi Endro Sasongko, membenarkan adanya latihan terbang heli dari Skuadron 31 Penerbad Semarang yang mengakibatkan sejumlah atap bangunan milik warga Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, rusak. Dwi mengatakan, Penerbad telah melakukan pendekatan kepada warga yang atap rumahnya rusak untuk perbaikan. "Penerbad sudah ada langkah terkait perbaikan," kata Dwi kepada Tribun Jateng, Rabu (19/10).

Menurut Dwi, dari hasil rapat yang dilakukan bersama warga dan pihak kecamatan, Penerbad khususnya Skuadron 31 akan memberikan ganti rugi kepada warga yang atap rumahnya rusak terkena angin helikopter latih milik Skadron 31.

"Akan dilakukan pendekatan, dibicarakan baik baik. Nanti akan diperbaiki kerusakannya, diberikan ganti rugi," katanya.

Sementara itu, pihak Skuadron 31 enggan memberikan keterangan mengenai kejadian helikopter terbang rendah di wilayah Mangkang Wetan, yang berdampak pada kerusakan sejumlah rumah warga. (tribun jateng)

0 Response to "Warga Mangkang Wetan Panik Saat Helikopter Penerbad Terbang Rendah"

Post a Comment