Pencarian Dwi Kurnia Wahyuni (18), mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang hanyut saat susur sungai di dekat kampus, hingga Senin (10/10), akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan dari Basarnas Kantor SAR Semarang, Brimob Polda Jateng, Polrestabes Semarang, Koramil Gunungpati, PMI dan Potensi SAR lainnya, menemukan jenazah Dwi di kawasan Tugu Suharto, Sampangan, atau lebih dari tujuh kilometer dari lokasi hanyut.
Senin malam, sekitar pukul 20.00, tubuh mahasiswi asal Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, itu menyembul ke permukaan sungai di wilayah Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Warga yang melihat jasad itu kemudian mengevakuasi jenazah serta melaporkannya kepada anggota SAR.
"Saat ini (Senin malam) jenazah korban sudah kami bawa ke RSUP Dr Kariadi," kata Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono kepada Tribun Jateng. Sebelumnya diberitakan, belasan mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes hanyut di Sungai Curug, Banaran, dekat kampus universitas tersebut, Minggu (9/10) sore. Saat kejadian, mereka tengah mengikuti kegiatan susur sungai dalam rangkaian Prapendidikan Dasar (Pradiksar) The Mate, The Mathematics Adventure Team, di Sungai Curug. The Mate merupakan organisasi pecinta alam yang beranggotakan mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Unnes.
Saat kejadian, pada awalnya 11 mahasiswa hanyut. Dalam tempo tidak terlalu lama, delapan orang bisa diketemukan. Dua korban lain diketemukan dalam keadaan selamat setelah proses pencarian panjang, Minggu malam. Hingga proses pencarian pada hari pertama dihentikan, Minggu pukul 22.00, seorang korban, Dwi Kurnia, belum diketemukan.
Tim SAR hanya sempat menemukan tas Dwi, di sekitar Bendungan Pleret, Sungai Banjirkanal Barat, atau lebih dari 10 kilometer dari lokasi hanyut. Tas berwarna cokelat itu berisi tenda, baju, serta peralatan mandi dan makan. Bila diukur, imbuh Agus, jarak antara lokasi penemuan dengan tempat kejadian perkara sekira enam hingga tujuh kilometer.
"Dengan penemuan jenazah Kurnia Dwi, operasi pencarian korban tenggelam pun resmi kami tutup," kata Agus. Sementara itu, pantauan Tribun Jateng, sejak Senin pagi, tim SAR gabungan telah melaksanakan proses pencarian Dwi.
Basarnas mengerahkan tim penyelam untuk mencari korban.
"Ada satu tim beranggotakan empat orang penyelam kami terjunkan. Penyelam kami fokuskan di aliran curug dan palung sungai di Banaran, tempat awal korban hanyut," kata Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Maulana Affandi.
Selain memfokuskan pencarian di sekitar lokasi korban jatuh, puluhan anggota Basarnas juga disebar di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke Sungai Banjirkanal Barat. Personel dari Basarnas dan Brimob Polda Jateng terlihat hanya mengamati arus air di pintu air Bendungan Pleret, Sungai Banjirkanal Barat.
Beberapa perahu karet juga disiagakan.
Proses pencarian difokuskan pada empat titik, yakni mulai lokasi kejadian menuju Puri Sartika, Jembatan Greenwood ke arah Puri Sartika, Jembatan Greenwood ke arah Bendung Pleret, dan mulai muara dicari hingga Bendung Pleret.
"Tim kami sebar, ada yang berjaga di Tugu Soeharto, ada yang menyusuri sungai ada juga berjaga di pintu air pleret," kata Affandi.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat, membuat pencarian sempat dihentikan sementara. Hujan deras yang berdampak pada peningkatan debit Sungai Banjirkanal Barat memaksa tim pencari menghentikan proses pencarian. (tribun jateng)

0 Response to "Jasad Mahasiswi Unnes Terseret hingga Tujuh Kilometer"
Post a Comment