Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan kepada seluruh penegak hukum untuk bersih-bersih pungli hingga ke daerah. Menindaklanjuti instruksi tersebut, beberapa kepala kepolisian di daerah termasuk di wilayah Jateng ramai-ramai menggelar aksi memberantas pungli.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji berjanji akan membuat selempang yang dipakai oleh Polisi Wanita (Polwan) di bagian pelayanan. "Saya siapkan selempang bertuliskan Bebas Pungli. Itu nanti akan digunakan oleh anggota khususnya polwan di bagian pelayanan," kata pria yang akrab disapa Abi itu kepada Tribun Jateng, Kamis (13/10).
Abi menuturkan, pihaknya fokus pada pemberantasan pungli dan praktik percaloan di Satpas (Satuan Pelayanan Administrasi SIM) Sat Lantas Polrestabes Semarang. Abi menegaskan tidak ingin melihat ada calo di bagian yang mengurusi Surat Izin Mengemudi (SIM) tersebut.
"Saya tidak mau lihat ada calo di SIM. Kalau mereka bilang itu tempat mereka mencari rejeki tapi merugikan kami bagaimana? Kalau ada operasi dan calo ini tertangkap kan kami juga yang dirugikan," kata Abi.
Sanksi tegas menanti polisi di bagian Satpas (Satuan Pelayanan Administrasi SIM) Sat Lantas Polrestabes Semarang yang membandel. Abi menegaskan, apabila ada anggota polisi yang masih melakukan pungli (pungutan liar) makan dia tak segan "membuang" anggota tersebut.
"Saat ini fokus pemerintah bersihkan praktik pungli. Saya tidak mau ada anggota saya yang melakukan itu, khususnya yang di bagian SIM," kata Abiyoso kepada Tribun Jateng, Kamis (13/10).
Menurut pria yang akrab disapa Abi itu, anggota yang nekat melakukan pungli akan diberikan sanksi tegas. "Banyak anggota yang ingin bertugas di SIM, kalau ada yang pungli berarti dia sudah tidak mau bertugas di situ. Akan saya buang, banyak kok yang mau ganti," katanya.
Seragam ditulisi
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Solo, Kombes Polisi Ahmad Lutfi membentuk tim seksi pengawas (Siwas) dan Divisi Profesi serta Pengamanan (Propam). Tim ini dipaparkan Kapolresta untuk menindaklanjuti intruksi Kapolri dalam menangani tindakan pemungutan liar (Pungli).
"Kedua tim ini akan mengawasi serta menindaktegas para anggota polisi yang bertugas di pelayanan masyarakat. Tim ini nanti akan selalu mobil mengawasi," ujarnya, Kamis (13/10).
Kapolresta mengatakan di setiap seragam anggotanya akan ditulisi "Untuk Tidak Memungut Biaya".
Selain tim yang dibentuk, Kapolresta juga mengintruksikan kepada Kepala Satuan di wilayahnya masing-masing untuk melakukan pengawasan secara ketat.
Propam jaga Samsat
Beberapa anggota kepolisian yang bertugas di sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) Kudus, tampak kaget saat sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kamis (13/10). Orang nomor satu di Polres Kudus, Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai, tiba-tiba datang mengecek langsung proses pelayanan cek fisik kendaraan.
Menindaklanjuti perintah Kapolri, Jenderel Tito Karnavian, Kapolres menggelar inspeksi mendadak (sidak), di bagian layanan tersebut. Ia didampingi oleh Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Aron Sebastian, dan beberapa pejabat kepolisian lainnya.
Seorang warga, Soelistiyono, mengapresiasi langkah Kapolres. Menurut dia, sidak penting untuk memberikan shock teraphy bagi petugas di lapangan, yang coba bermain-main di luar aturan.
"Tadi ini saya perpanjangan STNK dan ganti pelat nomor kendaraan," ucap warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, itu. Ia mengaku saat melakukan cek fisik kendaraan tak dipungut biaya apa pun oleh petugas. "Tadi ndak ada pungutan saat cek fisik. Karena sepi, tadi ya lumayan cepet ngurusnya, ini sudah selesai," akunya.
Kapolres Kudus, AKBP Andy Rifai, mengaku bersyukur tak menemukan sesuatu yang menyimpang saat sidak. "Tadi sudah kita cek masyarakat, bagi yang sedang mengurus kita pastikan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli), " ujar dia.
Ditegaskan, untuk menjaga konsistensi tak ada pungli oleh petugas, pihaknya setiap hari akan menempatkan petugas dari profesi dan pengamanan (Propam). "Nanti setiap hari akan ada Propam di sini. Kita sedang pesankan banner, tertera call center untuk aduan, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan atau ditarik pungli bisa langsung mengadukan ke kami," tegasnya.
Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kudus, Wibowo, mengatakan pihaknya selalu berusaha mengurangi praktik percaloan di Samsat Kudus. Meski demikian, ia tak menampik masih adanya masyarakat yang menggunakan jasa perantara untuk mengurus surat-surat kendaraan mereka.
Disampaikan, bagi mereka yang membuka layanan jasa pengurusan surat-surat kendaraan, diharapkan tak mencari pengguna jasa di sekitar kantor Samsat. "Silakan buka praktik di rumah, jangan di sini," ucapnya, di sela-sela mendampingi sidak Kapolres Kudus, AKBP Andy Rifai, di Samsat setempat, Kamis (13/10). (tribun jateng)

0 Response to "Polwan Akan Mengenakan Selempang Bertuliskan Bebas Pungli"
Post a Comment