Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, akan membuat sistem informasi yang dapat sinergi antara data hasil produksi yang dimiliki petani, dengan sistem pengendali harga yang ada saat ini yakni Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHaTi).
Sinergi dua sistem informasi itu, kata Ganjar, nantinya dapat diketahui jumlah produksi riil dari beberapa komoditas hasil pertanian di beberapa daerah. Selain itu juga dapat mencegah impor akibat adanya penumpukan komoditas yang tidak dapat disalurkan.
"Saya mau konekkan SiHaTi dengan petani. Kalau dari SiHaTi, kan, beberapa komoditas dari sisi harga, nah sekarang dari sisi produksi kita mau joinkan itu," ujarnya, Selasa (30/8/2016). Namun, Ganjar meminta pada petani dan pedagang bersedia memberikan data produksi dan harga komoditas yang mereka tanam dan jual kepada pemerintah. Lewat informasi tersebut, pemerintah akan mudah melakukan intervensi untuk stabilisasi harga pasar jika terjadi lonjakan.
Ia mengungkapkan, jika 20 persen informasi produksi dan harga dari petani dan pedagang dalam kendali pemerintah, stabilisasi harga akan mudah dilakukan. Bahkan, melalui informasi tersebut penumpukan komoditas pangan tertentu dapat langsung dikendalikan dengan mengirimkan ke daerah lainnya.
"Gapoktan sudah siap untuk menjual satu pintu. Kalau hilirnya juga memberikan informasi pasar yang ada, maka ketemulah dua itu. Kalau 20 persen dari produksi itu berada dalam kendali tangan kita, maka bisa untuk menyetabilkan harga," kata Ganjar.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Jateng, Suryo Banendro mengatakan, adanya sinergi dua sistem ini nantinya bisa suplay ke daerah yang kekurangan. Misalnya komoditas Cabai di daerah tertentu mengalami surplus, sementara daerah lain kekurangan, maka bisa didrop.
"Lewat sistem ini, petani juga bisa mengirimkan informasi mengenai kondisi tanaman yang terserang penyakit. Saat itu juga, pihaknya akan memberikan pendampingan," katanya. (tribun jateng)

0 Response to "Ganjar Akan Buat Sistem Informasi Data Produksi Pertanian"
Post a Comment