Oknum Satpol PP yang Terseret Kasus Penipuan CPNS Kabur

Anggota Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Supardi Mongol, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Supardi dilaporkan oleh Albertus Poerwidyanto (51) warga Jangli, Candisari, Kota Semarang lantaran penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Dalam laporannya pada Jumat (3/6) silam, Albertus melaporkan Supardi yang menipunya senilai Rp 350 juta. Supardi mengaku bisa meloloskan tiga anak Albertus sebagai PNS di lingkup Pemkot Semarang dengan bayaran yang sudah disepakati. Alih-alih menjadikan anak Albertus PNS, Supardi malah memberikan surat keputusan (SK) pengangkatan palsu.




Penyidik Polrestabes Semarang telah melayangkan surat pemanggilan kepada Supardi, Kamis (16/6) lalu, namun Supardi mangkir. Saat itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono, mengatakan, apabila Supardi tidak datang saat diberikan pemanggilan kedua, maka penyidik akan menjemput paksa.

"Kalau disurati dan mangkir, akan dijemput paksa," kata Sukiyono. Namun belum juga dijemput paksa, Supardi dikabarkan telah melarikan diri. Kabar kaburnya Supardi disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat sambutan upacara Hari Jadi Ke-66 Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/8) lalu.

Ganjar menyebut oknum Satpol PP itu telah mencoreng upaya Pemprov Jateng yang sedang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ganjar mengaitkan hal itu dengan deklarasi nasional Revolusi Mental yang dibacakan saat upacara HUT Ke-66 Provinsi Jateng di Simpanglima. Menurut Ganjar, revolusi mental itu melingkupi disiplin internal, termasuk menghindari tindak pidana.

"Kalau layanan kita masih kayak umpama yang jualan CPNS seperti Satpol PP yang lari terbirit-birit sekarang tidak balik itu, ya harus dipenjarakan. Ini orang kurang ajar," kata Ganjar.

Sejak ada laporan terhadap Supardi, Ganjar sudah berusaha menelusuri track record anggota Satpol PP itu, yang ternyata pernah bermasalah sejak tahun 1994. Bahkan Ganjar berkali-kali memanggilnya untuk bertemu dan meminta penjelasan namun tidak ada respons.

Dikonfirmasi perihal kaburnya Supardi, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan, pihaknya akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut. "Pasti akan kami cek, nanti kalau sudah akan kami ekspose," kata Burhanudin singkat. (tribun jateng)

0 Response to "Oknum Satpol PP yang Terseret Kasus Penipuan CPNS Kabur"

Post a Comment