Pemudik Bisa Lapor saat Kehabisan Bensin

Mengantisipasi kemacetan arus lalulintas saat Iduladha, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sistem umpan balik sebagai unit reaksi cepat pelayanan pemudik. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, awalnya sistem ini akan diujicoba pada masa libur Natal dan tahun baru 2017. Namun setelah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, ujicoba dilaksanakan pada masa mudik Iduladha tahun ini.

Menurutnya, ujicoba saat Idul Adha 1437 Hijriyah pada 12 September dinilai tepat karena beriringan dengan libur akhir pekan pada 10-12 September 2016. “Pak Budi Karya (Menteri Perhubungan) meminta ujicoba lebih cepat, maka sistem kita siapkan untuk dijajal saat Idul Adha ini,” katanya, Jumat (9/9).

Pemudik Bisa Lapor saat Kehabisan Bensin


Adapun sistem ini berupa call center yang dapat dimanfaatkan masyarakat atau pemudik untuk bertanya atau melaporkan kejadian selama mudik di Jateng. Nomor hotline yang bisa dimanfaatkan warga untuk SMS, Whatsapp dan telepon yakni 08112790123.

Misalnya warga dapat bertanya di mana saja titik kemacetan dan letak SPBU atau melaporkan kejadian macet dan kecelakaan di titik tertentu. “Melapor kehabisan bensin, ada yang sakit keras, melahirkan dan sebagainya. Sembarang boleh dilaporkan. Kita akan merespon dengan menjawab atau mengirimkan bantuan sesegera mungkin,” tegasnya.

Agar bantuan cepat mencapai lokasi, Pemprov berkoodinasi dengan Kepolisian dan TNI untuk menyediakan dua helikopter. Pos polisi dan kesehatan juga didirikan di titik-titik potensi macet dan kecelakaan.

Rekayasa lalulintas juga akan dilakukan di jalan tol Brebes. Di pintu keluar tol Brebes Timur akan dibuat sistem toleransi macet maksimal lima kilometer. Jika macet sudah mencapai lima kilometer, maka secara otomatis kepolisian akan mengalihkan arus kendaraan ke jalur lain.

Ganjar juga menginstruksikan pada Dishubkominfo dan Satpol PP serta meminta pada kepolisian untuk menjaga setiap SPBU. Agar ketika terjadi antrean panjang, tidak sampai menyebabkan arus lalulintas jalan raya macet.

“Pom bensin kita minta ada petugas, pengantre BBM jangan sampai memenuhi badan jalan, harus satu baris saja. Untuk titik putar balik atau U-turn kita jaga dengan memaksimalkan Satpol PP setempat,” katanya.

Ia berharap, pola antisipasi kemacetan arus lalu lintas pada Iduladha tahun ini bisa dijadikan gambaran untuk menghadapi libur Natal-Tahun Baru 2016 mendatang serta Lebaran 2017 mendatang.

Kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Satriyo Hidayat mengatakan, mulai 9-12 September 2016, kendaraan lebih dari dua sumbu atau truk bergandeng dilarang melintas. “Kecuali pengangkut bahan bakar, bahan makanan pokok dan bahan yang mudah busuk,” katanya.

Ia mengatakan, Surat Edaran dari Dirjen Perhubungan Darat mengenai larangan tersebut, sudah diteruskan atau disosialisasikan ke Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Apindo. Selain itu juga telah dipasang berita jalan berupa baliho di beberapa Kota.

Antisipasi kemacetan arus lalulintas lainnya, juga ada pengalihan arus jalan alternatif, penempatan personel di daerah rawan macet, perlintasan Kereta Api, hingga jalan arteri. Kemudian juga mengatur waktu siklus Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), pengaturan antrean masuk SPBU, dan pelayanan BBM mobile.

Sedangkan untuk meningkatkan koordinasi, Dishub juga sudah membuka sejumlah posko mobile terpadu yang berada di beberapa titik yaitu di Pejagan-Klonengan, Ketanggungan-Slawi, Kaligangsa-Simpang Maya, Pemalang-Randudongkal, dan Pemalang-Wiradesa.

Aplikasi MOAN

Korlantas Polri mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi pada aplikasi mudik yang baru diluncurkan kepolisian. Aplikasi itu bernama MOAN atau Mudik Online, Aman dan Nyaman. Apa itu? "Hingga saat ini sudah ada sekitar 880 yang mengunduh (aplikasi MOAN)," ujar Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi Maryoto, Jumat (9/9).

Aplikasi MOAN resmi diluncurkan di Hotel Mercure, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara pada Senin (5/9/2016) lalu. Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga hadir dalam peluncuran itu. Agung menjelaskan, aplikasi ini dibuat berdasarkan evaluasi mudik Lebaran lalu. Saat itu, Korlantas beserta lembaga dan kementerian lainnya telah memprediksi peningkatan jumlah pemudik namun masih ada kekurangan.

"Evaluasi mudik tahun kemarin, kita kan sebenarnya sudah tahu soal peningkatannya, tapi kan tidak tahu hari dan jam berapa berangkatnya. Nah dibikinlah aplikasi ini," ujarnya.

Dalam aplikasi ini, masyarakat akan diminta mengisi form seperti nama, kota asal dan tujuan, jumlah pemudik, jalur mudik, tanggal dan jam keberangkatan, kendaraan yang digunakan apakah kendaraan pribadi, umum, pesawat, kereta api dan lainnya.

Dengan masyarakat memberikan informasi itu, lanjut Agung, pihaknya akan dapat mengetahui berapa jumlah pemudik, kendaraan dan jalur mana saja yang digunakan. Dengan begitu, petugas akan dapat menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi kemacetan. (tribun jateng)

0 Response to "Pemudik Bisa Lapor saat Kehabisan Bensin"

Post a Comment