Tiap camat mendapat tantangan menciptakan sebuah kampung tematik di wilayahnya. Ini merupakan program Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu dalam upaya menghilangkan kawasan kumuh di Semarang.
Adanya program tersebut, Camat Semarang Utara, Djaka Sukawiyana telah menyiapkan kampung tematik di wilayahnya yakni kampung kuliner. Ide ini muncul lantaran Semarang Utara memiliki potensi laut.
"Wilayah kami berdekatan dengan laut. Kami berencana membuat kampung kuliner yang berisi kuliner seafood dan beberapa potensi lainnya di Semarang Utara," ujarnya, Kamis (8/9/2016). Berbeda dengan Camat Semarang Barat, M Khadik yang akan mengunggulkan Kelurahan Gisikdrono dalam program kampung tematik tersebut.
"Saya menyambut baik tantangan ini. Saya menyiapkan Kelurahan Gisikdrono karena masuk juga dalam nominasi lomba kelurahan tingkat nasional 2016," ujarnya. Terpisah Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan telah menyiapkan anggaran kampung tematik di APBD Perubahan 2016. Setiap kecamatan diminta untuk menyiapkan satu kampung tematik dan mengubah wilayah kumuh menjadi wilayah yang bagus dan nyaman.
"Ini upaya kami sebagai pilot project dalam penataan kampung di 16 Kecamatan. Kami minta mereka membuat desain dan paparan. Kalau disetujui langsung dapat anggaran, yang desainnya perlu penyempurnaandisempurnakan terlebih dahulu. Kami ingin ada manfaat yang diperoleh masyarakat dari penataan kampung ini," ujarnya.
Hendi berharap kampung tematik ini nantinya menambah jujukan potensi wisata di Kota Semarang. "Selain mengubah kampung kumuh, bisa juga menjadi jujukan wisata misalnya wisata kuliner dan wisata belanja batik," ujarnya.
Sementara itu, Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan kampung tematik merupakan program memunculkan potensi yang dimiliki sebagai suatu kelebihan yang menjadi ciri khasnya. "Misalnya tiap warga di suatu kecamatan banyak yang menjadi pengrajin batik. Bisa juga akhirnya jadi kampung tematik dengan ciri khasnya produk batik. Jadi tiap warganya punya potensi yang bagus untuk dikembangkan dalam bidang membuat batik," ujarnya.
Ita mengatakan anggaran untuk kampung tematik di 16 kecamatan sebesar Rp 200 juta tiap kampung.
"Nantinya, Pak Hendi yang akan memilih salah satu kecamatan yang dinilai memenuhi kriteria sebagai kampung tematik. Selain ada kampung tematik, juga ada kampung yang diubah semakin ijo royo-royo dengan ditambah taman. Jadi dulu wilayahnya kumuh kini jadi ijo royo-royo," ujarnya.

0 Response to "Tiap Kecamatan di Semarang Harus Punya Kampung Tematik, Semarang Utara Siapkan Kampung Kuliner"
Post a Comment