Sejalan dengan visi Presiden Jokowi yang mendeklarasikan the Digital Energy of Asia saat berkunjung ke Silicon Valley beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Kementrian Informasi dan Informatika menggagas satu gerakan yang disebut sebagai gerakan 1.000 startup Digital.
Semarang akan menjadi salah satu tuan rumahnya pada November mendatang.
Salah satu pegiat startup di Semarang, Gatot Hendraputra menyebutkan salah satu alasan Semarang dipilih menjadi tuan rumah gerakan 1.000 startup digital lantaran sangat punya potensi besar sebagai pencetak startup digital.
Indikatornya bisa dilihat dari infrastruktur digital yang secara bertahap telah dibangun pemerintah kota Semarang dengan menghadirkan program digitalisasi di berbagai area publik. Sayangnya upaya ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan dibandingkan kota tetangga, Semarang masih jauh tertinggal untuk urusan mencetak startup digitalnya.
"Maka dari itu lewat gerakan ini bisa menjadi suntikan bagi bertumbuhnya startup startup baru di Semarang," ujarnya di gelaran Road to Gerakan Nasional 1.000 startup digital yang dihelat di Impala Coworking space, Senin (19/9/2016).
Pria yang juga berperan sebagai Leader of Impala Space ini menyebut poin penting dari gerakan ini adalah mengidentifikasi masalah, memetakan mendeteksi, menelitinya kemudian menciptakan solusi. Ia menyebut tiap kota punya problem dan problem solve yang berbeda termasuk di Semarang sendiri. Oleh karenanya gerakan ini perlu banyak sekali kontribusi warga Semarang untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada di kotanya.
Kasie Teknologi E-Bussines Kominfo, Sony Sudaryana mengatakan startup ini merupakan sebuah bisnis rintisan. Sedangkan pengertian dari startup digital yakni sebuah bisnis rintisan yang dikembangkan berbasis teknologi digital, contohnya seperti Go-jek, Tokopedia, Bukalapak dan juga Traveloka.
Nah melihat potensi yang begitu besar di Indonesia dengan dukungan infrastruktur digital yang mulai berkembang, Kominfo bersama KIBAR Kreasi indonesia yakni sebuah perusahaan builder teknologi startup digital mencetuskan sebuah gerakam bernama Gerakan 1000 startup digital.
"Gerakan ini akan dijalankan di 10 kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Makasar, Pontianak dan Medan," terangnya. Sony menyebut gerakan ini ditargetkan dapat menciptakan 1.000 perusahaan baru dengan total valuasi bisnis senilai USD 10 miliar pada tahun 2020 yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penyelesaian permasalahan bangsa.
Sementara itu, Chief Executive KIBAR, Yansen Kanto menjelaskan keberagaman Indonesia dan kekuatan digital menjadi modal penting bagi penciptaan banyak inovasi di era ekonomi digital seperti sekarang.
"Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya. Jika dipadukan dengan kekuatan teknologi digital, ini adalah modal besar untuk menghasilkan inovasi dan kreativitas yang begitu unik. Mari kita berhenti bermimpi dan menolak terbuai dengan potensi. Ini saatnya kita beraksi. Saya mengajak anak muda Indonesia bergerak untuk ikut menentukan arah bangsa di era ekonomi digital," tambahnya.

0 Response to "Semarang Akan Jadi Tuan Rumah Gerakan 1.000 Startup Digital"
Post a Comment